
STOP… Please STOP…. STOP saling menghina antara Indonesia dan Malaysia…. STOP saling menyerang antara Indonesia dan Malaysia… STOP saling menyalahkan antara Indonesia dan Malaysia.
Kamis 17 November 2011, saya sengaja untuk pulang cepat dari kantor agar bisa menonton pertandingan sepakbola fase grup Sea Games 2011 antara tuan rumah Indonesia melawan Malaysia. Saya sangat mantap untuk mendukung Indonesia untuk memenangkan pertandingan. Namun sesaat sebelum pertandingan dimulai, saya mendapatkan kekecewaan ketika di Gelora Bung Karno diperdengarkan lagu kebangsaan Malaysia. Banyak oknum (saya menyebut oknum di sini karena saya tidak ingin men-generalisasi seluruh penonton di GBK) bersikap tidak hormat terhadap lagu kebangsaan Malaysia ini. Mereka tetap gaduh, membunyikan terompet, bahkan terdengar sayup-sayup hinaan MALING.. MALING… pada saat itu. Itu bukan merupakan sikap yang baik untuk menghormati tamu kita. Coba bayangkan, bagaimana perasaan kita sebagai rakyat Indonesia, ketika tim sepakbola kita bermain di stadion di negara lain, dan pada saat lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, diperdengarkan, kemudian ada beberapa oknum penonton yang meneriaki KORUPTOR… KORUPTOR… Tentu jika benar kita mengaku nasionalis, kita akan merasa terusik dengan hal itu.
Jujur, pada saat itu, saya langsung berpikir untuk mendukung Malaysia di pertandingan itu. Saya ingin oknum-oknum penonton di GBK yang bersikap bukan sebagai negarawan sejati itu mendapat sentilan ketika negara yang mereka tidak hormati dan mereka hina ternyata berhasil memenangkan pertandingan itu. Saya berpikir , biarlah Indonesia kalah saat ini, lagipula sudah dipastikan maju ke babak selanjutnya.
Menjadi seorang nasionalis bukan hanya dengan mendukung dan membela negara kita, namun juga seorang nasionalis harus mampu menjaga nama baik negara kita. Dengan sikap yang ditunjukan beberapa oknum di GBK tadi tidak mencerminkan sikap seorang nasionalis karena telah mencoreng nama baik negara ini.
Sebelum kita menghina negara lain, kita harus melihat negara kita juga. Maling teriak maling…. Kita bisa teriak maling ke negara lain, namun coba lihat… Di negeri ini begitu banyak maling yang bermacam-macam jenisnya. Dari maling sendal di Masjid, maling jemuran, maling motor hingga maling uang rakyat di kalangan pejabat negeri ini.
Sebenarnya, ketika kita menghina negara lain, maka secara tidak langsung kita telah menghina negara sendiri. Tentu saja negara yang kita hina tidak terima ketika negaranya dihina, maka mereka akan menyerang balik dengan menghina negara kita sehingga negara kita pun akan terhina.
Sebaliknya jika kita memuji dan menghormati negara lain. Negara kita juga akan mendapatkan perlakuan yang sama menjadi negara yang terpuji dan terhormat.
Jadi teman-teman, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk tidak lagi saling menghina. Kita harus menjadi Nasionalis yang dewasa, yang tidak mudah terbawa emosi. Damai itu Indah… Mari kita saling menghormati dalan kehidupan berbangsa dan bernegara…